Sebelum Gugur, Ali Khamenei Sempat Bongkar Upaya Amerika Serikat Selama 47 Tahun Lalu yang Tak Mampu Lenyapkan Republik Islam Iran

Photo Author
Salman Alfarisi, Argumen
- Selasa, 3 Maret 2026 | 19:57 WIB

Menyoroti isi pidato terakhir pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum dilaporkan gugur dalam serangan AS-Israel di Teheran.  ((X.com/@khamenei.ir))
Menyoroti isi pidato terakhir pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum dilaporkan gugur dalam serangan AS-Israel di Teheran. ((X.com/@khamenei.ir))

"Mereka terlilit masalah yang dibuat sendiri, dalam perekonomian, kebijakan mereka, dalam masyarakat mereka, lebih dari 50 persen penduduk AS mengutuknya (Trump)," tambahnya.

Awal Mula Retaknya Hubungan AS-Iran

Khamenei juga sempat membongkar awal mula keretakan hubungan antara Teheran dan Washington berakar dari ambisi AS terhadap Iran.

"Masalah yang kita hadapi dengan AS adalah mereka ingin 'melahap' Iran, dan bangsa Iran mencegahnya," terangnya.

"Republik Islam Iran, berdiri di jalan mereka sendiri," tegas Khamenei.

Khamenei juga menganggap serangan dan ancaman dari AS-Israel terhadap negaranya tidak akan sanggup meruntuhkan rezim Republik Islam Iran.

"Selama 47 tahun lalu, AS tak mampu melenyapkan Republik Islam Iran," ungkapnya.

"Dia (Trump) sekarang mengeluh kepada rakyatnya sendiri betapa sulitnya menghancurkan Iran di saat negaranya terus mengalami kehancuran," tandas Khamenei.

Hingga berita ini terbit, serangan Israel yang didukung AS, telah menandai awal mula serangan balasan Iran.

Terlebih, Garda Revolusi Iran terus mengancam akan melancarkan "operasi ofensif paling intensif" yang pernah ada, dengan menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Salman Alfarisi

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X