Kenapa Operasi Penyelamatan Pilot AS di Iran Sangat Sulit? Ini Penjelasannya

Photo Author
Salman Alfarisi, Argumen
- Sabtu, 4 April 2026 | 17:33 WIB

Puing jet tempur canggih F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat yang jatuh ditembak Iran ((IRIB/Handout via REUTERS))
Puing jet tempur canggih F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat yang jatuh ditembak Iran ((IRIB/Handout via REUTERS))

ARGUMEN.ID - Operasi penyelamatan pilot Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang hilang diprediksi akan sangat sulit karena berhadapan langsung dengan risiko tembakan dari Iran. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sami Puri, dosen tamu di King's College London, pada Sabtu (4/4).

"Satelit dan alat bantu lainnya hanya mampu mendeteksi hingga batas tertentu saja, mengingat ini adalah pencarian satu individu atau satu awak dari pesawat F-15E yang ditembak jatuh di wilayah yang sangat luas, meliputi pegunungan dan gurun," kata Puri kepada Al Jazeera pada Sabtu (4/4).

Menurutnya untuk berhasil menemukan lokasi pilot secara tepat, pasukan AS harus terbang rendah. Langkah tersebut justru akan memperbesar risiko bagi mereka.

"Banyak aspek yang memerlukan pengamatan jarak dekat dari pesawat, sehingga harus melewati ancaman tembakan musuh yang lebih intens. Bagi Iran, menembak jatuh pesawat AS ketiga dalam waktu dekat tentu akan jadi kemenangan prestisius," tambahnya.

Puri juga menyebut insiden jatuhnya jet tersebut sebagai malu besar bagi militer AS, terutama setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya mengklaim superioritas serangan udara AS atas Iran.

Sementara itu, Iran sebelumnya mengumumkan telah menembak jatuh dua pesawat tempur AS dimana satu di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, serta satu lagi di Teluk.

Dua awak AS yang sudah berhasil diselamatkan, sementara setidaknya satu orang masih diduga hilang.

Warga Teheran merayakan kabar ini dengan militer Iran menegaskan bahwa kejadian tersebut membuktikan kemampuan tempur mereka melawan AS dan Israel.

Serangan balasan Iran ke Israel memicu kebakaran di kawasan industri Negev bagian selatan, serta merusak bangunan di Rosh Haayin dan Petah Tikvah di wilayah tengah.

Di pihak lain, Israel membalas dengan meledakkan dua jembatan strategis di atas Sungai Litani di Lebanon, sambil memperluas penguasaan wilayah selatan Lebanon.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Salman Alfarisi

Sumber: Aljazeera

Tags

Rekomendasi

Terkini

X