Terkait hal itu, korban menduga pelaku berpindah ke bus lain, kemungkinan koridor 9C.
"Sempat berhenti sebentar di pinggir jalan dekat GBK, habis itu langsung hilang, offline," terangnya.
Menyikapi hal tersebut, korban telah mengaktifkan fitur Lost Mode dan mencantumkan nomor yang bisa dihubungi, namun hingga kini ponsel tersebut belum kembali aktif.
Korban Berharap Ada CCTV
Atas insiden pencopetan ini, korban kini mengaku mulai pasrah.
“Sudah di tahap ikhlas, mau gimana lagi. HP-nya juga sudah mati," bebernya.
Di sisi lain, korban diketahui tengah berupaya untuk menghubungi pihak TransJakarta ihwal insiden tersebut.
"Sekarang aku lagi berusaha menghubungi ke pihak TransJakarta, siapa tahu ada CCTV atau bagaimana," tandasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak korban maupun otoritas terkait ihwal insiden pencopetan di dalam bus TransJakarta tersebut.
Terlepas dari hal itu, publik diimbau tetap waspada saat berada di transportasi umum, terutama saat berada di jam sibuk.
Salah satunya, dengan cara menyimpan barang berharga di tempat aman dan mudah diawasi.
Sampai dengan Kamis, 16 April 2026, pukul 08.00 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 4,001 ribu pengguna Instagram.*