Trump Sebut Iran Lumpuh, Namun Fakta di Lapangan Berkata Lain Jet Tempur AS Berhasil Dijatuhkan

Photo Author
Salman Alfarisi, Argumen
- Selasa, 7 April 2026 | 07:16 WIB

Presiden AS Donald Trump  ((c) Copyright Thomson Reuters 2026)
Presiden AS Donald Trump ((c) Copyright Thomson Reuters 2026)

ARGUMEN.ID - Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa militer Iran telah lumpuh total, bahkan Trump mengklaim intensitas serangan mereka menurun hingga 90%.

Fakta di lapangan justru membuktikan sebaliknya. Iran yang tetap mampu melancarkan perlawanan seimbang.

Terbaru, mereka berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 milik AS dan pesawat tempur A-10 Warthog.

Penembakan F-15 ini luar biasa, karena sejak pertama kali diproduksi pada 1972, jet legendaris itu belum pernah ditembak jatuh sampai Iran yang melakukannya kali ini.

"Iran bukan kalah, tapi justru beradaptasi dan belajar untuk menciptakan kerusakan secara efektif," kata Kelly A. Grieco, peneliti senior di Stimson Center, Washington, seperti dikutip dari DW.

Sanksi Justru Ciptakan Kemandirian Iran

Sebelumnya, Iran yang sering diremehkan, terutama setelah lebih dari empat dekade embargo.

Namun, Menurut pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Sya'roni Rofii, menilai sanksi, embargo, dan isolasi internasional malah memaksa Iran menjadi semakin mandiri termasuk dalam merakit alutsista seperti rudal dan drone.

Meski ditekan sanksi ketat AS dan multilateral selama puluhan tahun, Iran tetap membangun industri pertahanan domestik yang tangguh serta memproduksi senjata secara swadaya.

Ini tak berarti sanksi AS gagal total, melainkan Teheran pintar mengakali batasan dengan strategi adaptasi dan fokus pada kemandirian.

"Ilmuwan Iran terdorong berinovasi di bawah embargo dan sukses. Plus, kepemimpinan Iran menanamkan semangat perlawanan anti-Barat sejak sekolah hingga universitas, menciptakan bangsa yang mandiri," ungkap Sya'roni, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Tak heran Iran terus bertahan dan melawan.

Konfirmasi dari IRGC Pada Februari 2025, Laksamana Muda Habibollah Sayyari dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengklaim negara itu memproduksi lebih dari 90% peralatan tempurnya sendiri.

Kemampuan ini lahir dari puluhan tahun sanksi yang memaksa Iran tak bergantung pada platform canggih impor seperti pesawat atau kapal perang baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Salman Alfarisi

Sumber: DW, CNN

Tags

Rekomendasi

Terkini

X