Hidup Merdeka Dengan Berpolitik



 Berbicara tentang Politik terasa sangat familiar di telinga kita semua, jelas kita semua tahu akan apa itu politik. Kalau kita delik kembali dalam sebuah kalimat Mutiara dari filsuf Tionghoa (Mao Tse-tung) mengatakan “Politik itu adalah sebuah peperangan yang akan menuai pertumpahan darah” mungkin kalimat ini bukan kalimat Mutiara, melaikan sebuah petunjuk atau arahan bagi kita semua untuk tidak sewenang-wenang dalam berpolitik.

Dari sinilah kita dapat berspekulasi ternyata politik itu berbahaya jika tidak berada pada tempat yang Proporsional. Memang benar banyak masyarakat atau ahli politik yang beranggapan atau bahkan berpendapat secara Fundamental kalau politik itu kejam, tidak ber Pri-Kemanusiaan, dan lain sebagainya. Jika memang seperti itu hanya ada satu pertanyaan, Hidup Tanpa Berpolitik, Apakah Mungkin?

Manusia itu di ciptakan dengan sebuah akal pikiran yang berbeda-beda yang dimana itu membuat mereka semua berkembang atau tumbuh secara Universal bahkan Personal dan lebih tepatnya tanpa di batasi oleh apapun, hal seperti inilah yang dapat kita jadikan sebagai Filter ”penyaring” yang akurat sehingga dapat berpandangan secara Kontekstual, politik dalam kategori positif, tidak ada yang melarang jika kamu membenci politik, atau mencaci politik, ketahuilah semakin kamu membenci politik, nasib negara ini semakin tidak karuan.

 tidak sepenuhnya politik itu hitam, percaya ataupun tidak politik dapat menjadi cahaya putih jika berada di tangan yang tepat, politik memang penuh intrik tetapi pada dasarnya politik itu membutuhkan orang-orang yang baik.

Sebuah problematika besar di negeri ini adalah munculnya citra politik yang teramat buruk dengan perginya putra-putri bangsa. Anak-anak muda yang kita ketahui mempunyai semangat yang menggebu-gebu, pemikiran yang idealis, masa depan yang gemilang, dan bahkan dapat memperbaiki Infrastruktur persatuan dan kesatuan negara ini.

Namun beribu sayang mereka sudah terlanjur menganggap politik itu kotor. Mereka semua lebih memilih berkerja dengan sebuah Corporation atau perusahaan besar seperti multi-nasional yang dimana mereka beranggapan dengan bekerja di dalamnya masa depan akan mudah untuk di raih, ketimbang berkecimpung dalam ranah politik dan embel-embel politik lainnya.

Tanpa kita sadari jika anak cucu kita berpaling dari politik, menjauhi politik karna citra buruknya, itu tidak akan merubah keadaan justru malah menimbulkan keadaan fisik politik yang semakin Kronis.

Sehingga Apa yang akan terjadi? Yaitu kaum pemuda sebagai penerus bangsa enggan untuk berkiprah dalam konteks membangun negara ini, mereka yang punya talenta di bidang ini, pemikiran idealis yang sangat tinggi di buang secara percuma hanya karna menganggap politik itu busuk.

Tentunya tidak menutup kemungkinan jika politik di negeri ini akan di isi oleh orang-orang yang hanya biasa-biasa saja, atau bahkan di bawah rata-rata. Mereka rela menjual jabatan, martabat, bahkan jika perlu diri sendiri untuk bisa mendapatkan sebuah kekuasaan. Lantas kalau seperti ini, siapa yang sebenarnya kotor, Politik atau orangnya?

Guru besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (Miriam Budiarjo) memberikan pernyataan “Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses dalam menentukan tujuan-tujuan itu, dengan kata lain politik diartikan sebagai usaha untuk mencapai kehidupan yang baik serta sejahtera” perihal kalimat seperti ini dapat di gunakan sebagai jembatan dalam menjawab sebuah penganggapan (tradisi) kalau politik itu kotor.

Mereka yang menganggap politik itu jahat, karena mereka belum mengerti apa itu politik? Politik itu bukan hanya digunakan untuk mendapatkan kekuasaan saja, melaikan juga digunakan sebagai pembahasan dalam suatu negara, seperti yang dikatakan Aristoteles : Politik atau ilmu politik itu merupakan suatu ilmu yang membahas tentang asal serta tujuan terbentuknya negara, adapula dari tokoh Socrates yang mengatakan bahwa sejatinya politik itu juga masuk dalam terbentuknya suatu keadilan.

Dari sini kita dapat menarik benang merah bahwa sejatinya peduli politik itu sama halnya dengan mengingat asal mula negara Indonesia merdeka dan apabila kita membahas lebih dalam, pasti kita akan tahu bagaimanakah keadilan itu di dalam kaca mata ilmu politik.

Apabila kita takut dalam berpolitik karna beranggapan politik itu kotor, penuh orang-orang jahat, seperti debu yang berserakan dimana-mana. bukankah kejahatan selalu ada dalam sebuah bidangnya (pekerjaan), orang jahat bukan berarti tidak dari kalangan politikus saja.

Polisi, Jaksa, Dokter, Direktur, Pengusaha, bahkan Insinyur juga ada yang jahat dan curang dalam menjalakan profesinya. Artinya mau menjadi apapun kita di dunia ini, bekerja dalam bidang apapun kita hanya di berikan 2 pilihan, ingin menjadi orang baik atau menjadi orang jahat.

Meskipun ada yang berkata lingkungan itu berpengaruh, tetapi yang menentukan diri kita sendiri, ya kan?

Contoh saja jika kita semua masih menolak berkecimpung dalam ranah politik. Bapak Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno, beliau adalah mahasiswa lulusan Teknik Sipil yang dimana berhasil mendapatkan gelar Insinyur, Bung Karno memiliki sifat pemberani, pemberontak, yang selalu tidak mau kalah dalam memperjuangkan kemaslahatan negara Indonesia.

Beliau ingin bebas dari jeratan tampar penjajahan belanda, beliau ingin masyarakat Indonesia mendapatkan hidup yang layak tanpa adanya antek-antek penindasan. Dan apa yang dilakukan Presiden Pertama Republik Indonesia itu? Ya benar, beliau Ber-Politik! Melakukan suatu perubahan dengan skala yang luas agar kita masyarakat Indonesia dapat merasakan bagaimana hidup dalam sbuah kebebasan.

Sehingga perlu kita ingat politik yang baik itu berada di tangan orang yang baik.
Jadi masih mau beranggapan kalau politik itu kotor? Sebaiknya merubah dulu cara pandang kita semua mengenai jati diri politik itu, sebelum kita semua mengubah praktik politik di negeri ini !

......................................................

ditulis oleh : Bagas Satria Wicaksono, Mahasiswa IAIN Jember, Prodi Hukum Pidana Islam
Instagram : @bagassatria_witz

Tidak ada komentar untuk "Hidup Merdeka Dengan Berpolitik"