Konser Amal BPIP-MPR: Sudah Nggak Penting, Malu-Maluin Pula!

Konser Amal BPIP-MPR: Sudah Nggak Penting, Malu-Maluin Pula!


Oleh: Rayhan “Fasya” Firdausi

(Instagram : @rayhanfasya23)

Menurut pembaca, dalam sebuah pandemi, apa yang seharusnya dilakukan untuk menyelamatkan sebuah negara? Mayoritas akan menjawab “membagikan bantuan sosial”, “karantina wilayah”, “sosialisasi bahaya virus”, dan lain-lain.

Tetapi, tahukah anda apa yang pemerintah kita lakukan? Mereka menggelar konser! Bukan sembarang konser, ini adalah konser amal yang disediakan BPIP bersama MPR, diisi dengan hiburan dari Bimbo dan artis-artis lain, tak ketinggalan dengan aksi para pejabat seperti Bambang Soesatyo, Puan Maharani, Idham Aziz, dan kawan-kawannya yang ikut-ikutan bernyanyi lagu Berkibarlah Benderaku dengan suaranya yang, anda bisa nilai sendiri, ya.

Konser yang dibuka oleh Presiden Jokowi ini juga diselingi dengan lelang motor listrik yang ada tanda tangan presidennya.

Sekilas nampak biasa-biasa saja, konser ini menuai banyak kritikan. Kok bisa?

Mari kita telaah satu-satu. Dari prinsipnya saja, konser ini JELAS TIDAK DIBUTUHKAN! Buat apa mengadakan konser ditengah pandemi? Apa iya konser efektif untuk mengumpulkan bantuan?

Mengapa bantuan tidak dikumpulkan dengan cara sumbangan saja, tidak perlu konser yang menelan banyak tenaga dan biaya?

Bukankah seharusnya hal-hal seperti ini dialihkan untuk mendukung tenaga medis dan relawan untuk menanggulangi pandemi virus Corona?

Lagi pula, konser ini hanya mengumpulkan Rp 4 Miliyar, kalah dengan Konser Amal Dari Rumah oleh Didi Kempot yang berhasil mengumpulkan Rp 1,3 Miliyar jauh lebih banyak daripada konser amalnya BPIP-MPR! Sudah begitu, sadarkan sedari awal konser ini sudah melanggar protokol kesehatan! Coba lihat, mereka berkumpul, tidak menggunakan masker, dan tidak berjarak!

Mereka boleh berasalan itu spontan, tetapi tetap saja, ini menuai kritik! "Kami dipaksa pakai masker, jaga jarak dan dilarang ke mana, sementara kalian malah berkumpul tanpa jarak, tanpa masker, berkonser ria di tengah pandemi, ini apaan, sih?#TerserahIndonesia," cuit akun @HeraLoebbs yang menggambarkan bahwa pemerintah sangat tidak konsisten dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

Disamping itu, ingatkah anda bahwa seluruh kegiatan peribadatan di tempat ibadah sudah DILARANG? Kegiatan agama dilarang karena dapat menimbulkan kerumunan dan perkumpulan massa, tetapi anda mengadakan konser dengan MENGUMPULKAN ORANG! Tidak heran banyak kalangan umat beragama yang protes keras, salah satunya datang dari MUI.

“Mengapa pada saat demikian pemerintah justru memelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat?

Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah SWT? Sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab,”

demikian disampaikan Din Syamsuddin pada 19 Mei 2020. Jadi, sampai sini saya menilai pemerintah tidak melakukan langkah yang konkrit, tetapi hanya melakukan langkah-langkah yang sama seperti yang dilakukan artis-artis dan penyanyi tanah Air. Kalau artis dan penyanyi itu sudah tepat melakukan konser amal, karena itulah bidang mereka.

Apakah pemerintah mau merebut bidang mereka? Memang pemerintah sudah beralih menjadi event organizer? Sebenernya seberapa besar urgensi pemerintah mengadakan konser? Mengapa tidak fokus meningkatkan resource untuk menanggulangi Corona di lapangan?

Itu semua kritik yang sudah biasa lontarkan untuk pemerintah. Tetapi, tahukah anda bahwa ada kejadian tidak terduga menyelimuti konser ini yang semakin memperparah citra pemerintah di mata masyarakat? Ya, pada saat lelang, ramai orang-orang menelepon dan memasang harga, dan akhirnya harga paling tinggi dipasang (katanya) oleh M. Nuh (katanya lagi) seorang pengusaha dari Jambi sebesar Rp 2.550 Miliar. Tetapi, konon katanya sampai saat ini dia belum membayar uang itu.

Kok bisa? Apa yang terjadi? Ternyata, sejak awal M. Nuh ini TIDAK PAHAM dengan esensi lelang. Dia piker harga yang dipasang itu adalah HADIAH yang akan dia terima, padahal seharusnya dia yang membayar. M. Nuh akhirnya diamankan Polda Jambi.

Pengakuannya, dia tidak tahu itu lelang, tahunya adalah hadiah. Dan setelah diungkap lagi, ternyata dia adalah buruh harian lepas, bukan pengusaha! Tunggu dulu, kok tidak sinkron informasinya?

Berarti dia berbohong soal profesinya? Jadi, kali ini Istana diprank? Atau dia yang tidak paham? Silahkan simpulkan sendiri, penulis sudah tidak mampu berkata-kata lagi. Jelas sekali, tindakan ini sangat memalukan, bukti bahwa ada verifikasi data yang tidak benar, dan ini acara negara!

Kacaunya penanganan COVID-19 diduga kuat menjadi alasan mengapa ada konser ini, ya, untuk pencitraan, menutup-nutupi kegagalan, kalau kata Irwan, seorang politikus dari Partai Demokrat.

Namun, menurut pandangan penulis sendiri, sebenarnya pemerintah tidak perlu mengadakan konser semacam ini. Selain bukan pada fungsinya, ada agenda lain yang lebih urgent untuk dilaksanakan pemerintah, yaitu memastikan COVID-19 ini dapat tertangani dengan baik, menjamin kesejahteraan masyarakat, dan tentu saja keselamatan tenaga medis dengan segala alat yang dibutuhkan, karena yang terpenting adalah bagaimana menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya COVID-19.

Semoga kedepannya pemerintah bisa memilih mana yang harus dilakukan, mana yang bisa dikerjakan oleh pihak lain dan pemerintah mendukung saja tanpa perlu terlibat aktif. Pemerintah, bijaksanalah! Rakyat tidak butuh konsermu, mereka butuh sembakomu!



,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

DAFTAR PUSTAKA
CNN Indonesia. 2020. Demokrat: Konser Amal BPIP Alihkan Isu Kegagalan Atasi Corona di cnnindonesia.com (diakses pada 22 Mei 2020)
Rikardo. 2020. Pemenang Lelang Motor Gesits Jokowi Rp2,55 Miliar Ditangkap Polda Jambi, Ada Apa? di indonews.id (diakses pada 22 Mei 2020)
Prabowo, Haris. 2020. Betapa Ngawurnya Membandingkan Konser Amal BPIP dengan Didi Kempot di tirto.id (diakses pada 22 Mei 2020)

Ginting, Joseph. 2020. Konser Amal Covid-19 Tidak Jaga Jarak, Bambang Soesatyo Minta Maaf di riauonline.co.id (diakses pada 22 Mei 2020)

1 komentar untuk "Konser Amal BPIP-MPR: Sudah Nggak Penting, Malu-Maluin Pula!"

Posting Komentar