Soal Duit dari Hasto Kristiyanto, begini Jawaban Wahyu Setiawan





Permasalahan politik di Indonesia beberapa waktu terakhir ini memang menjadi hangat diperbincangkan. Dikarenakan banyak kasus-kasus yang memang terjadi antar partai, termasuk dalam kasus penyuapan. Seperti yang terjadi pada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ini misalnya.

Untuk sekarang ini Wahyu Setiawan telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus suap jual beli kursi DPR dari fraksi PDIP. Tidak lama setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka, ia mengatakan kalau akan mengundurkan diri dari KPU. “Dalam waktu dekat, saya akan segera mengundurkan diri sebagai anggota KPU,” ungkapnya kepada media saat berada di lobi Gedung Merah Putih KPK.

Setelah cukup lama menjalani pemeriksaan, akhirnya Wahyu keluar dari ruangan sekitar 01.21 WIB. Akan tetapi, setelah keluar dari gedung lembaga anti rasuah langsung menggunakan rompi oranye alias rompi para tahanan KPK.

Dan sebelum masuk ke dalam mobil tahanan KPK yang telah dipersiapkan, dirinya sempat memberikan pernyataan singkat terhadap media yang langsung mengerubung. Ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia bersama koleganya yang berada di KPU.

Atas kasus yang menimpanya itu, Wahyu Setiawan mengungkap kalau masalah ini merupakan murni masalah pribadinya. Oleh karena itu, dirinya berjanji untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum yang ditetapkan lembaga KPK. “Insya Allah sebagai warga negara, saya akan menghormati proses hukum dan saya juga akan melakukan upaya-upaya sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Kemudian dirinya juga tidak membantah ketika diwawancarai terkait duit suap yang diterimanya itu berasal dari Sekjen PDIP Hasto Kristyanto. Akan tetapi Wahyu juga tidak memberikan konfirmasi terkait kejelasan duit yang diterimanya. Melainkan ia mengatakan kepada media untuk menayakan perihal tersebut kepada pihak penyidik secara langsung.

Perlu diketahui bahwasanya Wahyu ini telah ditangkap atas dugaan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang telah dilakukan oleh pihak KPK. Dirinya telah ditahan atas dasar kasus penyuapan terhadap pembelian jabatan. Sebagaimana keterangan dari pihak berwenang, tersangka telah ditangkap ketika hendak berangkat ke Belitung pada hari Rabu, 8 Januari 2020 kemarin.

Sebagaimana kasus yang diungkap ke publik, disebutkan kalau Wahyu telah menerima uang suap sebanyak Rp 400 juta dari Caleg PDIP Dapil 1 Sumatera Selatan Harun Masiku. Untuk penyuapan ini agar dirinya terpilih dan berhasil menduduki kursi sebagai anggota DPR-RI pengganti antar waktu. Dimana pada dasarnya jabatan tersebut tidak bisa didapatkan dengan mudah dan pemilihan secara sembrono.

Bukan cuman Wahyu Setiawan saja, melainkan pihak KPK telah melakukan penangkapan terhadap 7 orang lainnya pada tanggal 8 dan 9 Januari 2020 kemarin, kejadiannya yakni berada di Jakarta, Depok, dan juga Banyumas. Dari ketujuh orang tersebut telah ada 4 orang tersangka yang telah ditetapkan oleh KPK, dan sekarang tengah dilakukan penindak lanjutan.

Keempat orang tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak KPK, diantaranya yakni Wahyu Setiawan (Komisioner KPU), Agustiani Tio Fridelina (mantan anggota Badan Pengawas Pemilu), Harun Masiku dan Saeful Bahri, yang mana kedua orang tersebut merupakan pelaku pemberi suap terhadap pihak Komisioner KPU.

Sedangkan untuk ketiga orang lainnya yang telah dilakukan penangkapan oleh pihak KPK, masih belum dilakukan penyelidikan lebih dalam. Akan tetapi pihak berwenang jelas melakukan usaha secepatnya untuk mengungkap kasus ini agar lembaga pemerintahan sudah bersih dari kasus penyuapan seperti ini di lain waktu. 

Tidak ada komentar untuk " Soal Duit dari Hasto Kristiyanto, begini Jawaban Wahyu Setiawan"