Intens Ketemu PDIP, Wahyu Setiawan Ngaku Sudah Lapor, tapi Arief Budiman Bantah Begini


Kasus penyuapan yang terjadi dari partai politik PDI Perjuangan sekarang ini berlangsung hangat dan ketat. Hal itu dikarenakan ini merupakan partai besar dimana menjadi sosok pemenang dalam pemilu Kepala Negara kemarin. Dan jelas saja akan melibatkan banyak pihak, seleksi serta pengamatan yang rumit guna menyelidiki berbagai macam persoalan yang terjadi, hingga menyita perhatian banyak pihak.

Jika sampai salah sedikit saja, maka akan langsung kena kritik habis-habisan. Oleh karenanya jika ada sindiran atau mungkin klaim atas beberapa hal, orang yang dituju harus segera memberikan jawaban alias klarifikasi terhadap permasalahan tersebut agar tidak banyak hal tak diinginkan terjadi hanya karena kalimat sedikit menyimpang.

Seperti sentilan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terhadap jajaran pimpinan KPU ini misalnya, dimana menyebut abai terhadap kasus Wahyu Setiawan. Pernyataan ini langsung diluruskan oleh Ketua KPU, Arief Budiman agar semuanya jelas sehingga tidak ada kesalah pahaman dari proses kasus penyuapan yang terjadi pada PDI Perjuangan kali ini.

Dalam keterangannya, Arief menjelaskan kalau dirinya tidak pernah mendapatkan cerita dari saudara Wahyu terkait pertemuannya dengan para utusan PDIP, Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri. “Loh mengingatkan gimana? Kan Pak Wahyu sudah memberi keterangan, bahwa kalau dia mau ketemu orang-orang itu enggak pernah bicara sama kita (pimpinan KPU),” seperti itulah keterangan dari Arief saat ditemui setelah hadir dalam sidang putusan pelanggaran kode etik di Ruang Sidang DKPP, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16 Januari 2020).

Jelas itu bertentangan dengan pernyataan yang diberikan oleh Wahyu kemarin dalam sidang pemeriksaan DKPP. Dimana pada saat itu, ia mengatakan kalau desakan utusan yang dilakukan oleh PDIP ini sudah diceritakannya terhadap Arief Budiman dan juga Evi Novida Ginting. Dimana untuk desakan ini merupakan pernyataan terkait permohonan terhadap Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR RI PDIP Dapil Sumsel I Rizky Aprilia oleh Harun Masiku.

Untuk pernyataan tersebut juga sempat dibacakan dalam sidang putusan DKPP pada hari Kamis siang kemarin oleh Anggota Majelis Sidang, Ida Budhiati. Ia menerangkan kalau Wahyu sudah mengakui untuk melakukan pertemuan dengan utusan PDIP dan juga ini sudah disampaikan kepada Arief Budiman cs. Akan tetapi Arief Budiman ketika dimintai keterangan masih bersikukuh dengan pernyataannya, bahwa ia tidak tahu menahu mengengai PAW yang diurus oleh Wahyu bersama makelar PDIP.

“Gimana cara saya mengingatkan. Kan itu kan terungkap di persidangan. Dan dia mengakui kalau mau ketemu nggak ketemu kita. Gimana caranya saya mengingatkan. Ya gitu aja ya,” seperti itulah keterangan yang diberikan oleh Arief.

Perlu diketahui bahwasanya atas kasus penyuapan yang terjadi terhadap Wahyu Setiawan ini tidaklah sedikit jumlahnya. Diterangkan dalam beberapa media bahwasanya nominal angka dalam kasus penyuapan ini memakan dana total hingga Rp 900 juta, akan tetapi disebut kalau Wahyu menerima Rp 600 juta dari permasalahan ini.

Dalam kasus penyuapan yang dilakukan oleh Harun Masiku ini sendiri juga tidak melibatkan 1 orang saja, melainkan ada beberapa orang yang bergerak untuk melancarkan operasi terlarangnya itu. Bahkan ada beberapa media berita yang mengatakan kalau pimpinan PDIP, yaitu Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto juga terlibat dalam permasalahan ini. Dan pihak KPK sendiri ada yang menyebut ragu-ragu dalam menangani serta menyelesaikan kasus ini secara tuntas dan gamblang, tanpa memihak manapun. Mengingat PDIP ini merupakan partai yang besar.

Tidak ada komentar untuk "Intens Ketemu PDIP, Wahyu Setiawan Ngaku Sudah Lapor, tapi Arief Budiman Bantah Begini"