Ada Upaya Singkirkan Hasto Sebelum Rakernas ?


Untuk singkir menyingkir jabatan yang nyaman sudah menjadi hal biasa dalam bindang politik, dikarenakan memang itu merupakan suatu tempat yang menjanjikan dimana pada dasarnya tidak memiliki rasa tanggung jawab mudah akan tetapi banyak orang memperebutkan. Hal itu tidak lain karena dianggap lebih dipandang dan menjanjikan dalam beberapa macam hal.

Seperti yang terjadi di partai politik PDI Perjuangan ini misalnya. Dimana ada usaha penyingkiran dengan cara yang tidak kasar, meski demikian yang berusaha untuk menyingkirkannya bukan orang bawahannya, melainkan orang yang berada di posisi lebih tinggi menjadi hal biasa dalam penyingkiran jabatan seseorang. Hal itu terkadang telah dilatarbelakangi oleh beberapa macam hal, entah itu niatan baik atau mungkin tidak.

Baru-baru ini ada kasus dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penangkapan terhadap beberapa staf atau orang yang menjadi kepercayaan dari Sekjen PDI Perjuangan bernama Hasto Kristiyanto, yaitu Saeful Bahri. Ia telah mengalami penangkapan atas permasalahan yang dialami oleh Komisioner KPU bernama Wahyu Setiawan beberapa waktu kemarin. Karena pihak berwenang telah memberikan dugaan kalau Saeful Bahri ini terlibat dalam kasus penyuapan ini.

Pada saat ketika Saeful Bahri telah mengenakan rompi oranye saat berada di Gedung KPK, dirinya mengaku kalau telah mendapatkan sejumlah uang yang ditujukan untuk Hasto Kristiyanto guna memuluskan perjalanan proses penyuapan untuk mendapatkan kursi di keanggotan DPR RI.

Disamping operasi tangkap tangan kali ini, beberapa kalangan menduga kalau PDI Perjuangan telah dengan sengaja dan meminta bantuan terhadap pihak KPK langsung untuk melakukan pembersihan di dalam lembaga partai politiknya. Hal itu bertujuan untuk menjadikan partai yang tengah diurusnya ini menjadi lebih bersih lagi dari adanya praktik kasus korupsi seperti ini.

“Kemungkinan bersih-bersih itu ada, mengingat PDIP belum lama kongres dan belum juga telah menjalani Rakernas, sehingga komposisi internal PDIP masih mungkin terjadi kompetisi kelompok,” seperti itulah yang disampaikan oleh Dedi, sebagaimana dikutip dari salah satu media ternama di Indonesia, Senin (13 Januari 2020).

Dan kalaupu memang benar Firli bersama teman-temannya telah dimintai bantuan oleh PDI Perjuangan untuk melakukan pembersihan para kader, jelas saja Firli akan menghadapi suatu permasalahan yang besar di tengah masyarakat, terutama terkait persoalan internal kader para PDI Perjuangan juga. Dijelaskan kalau resiko yang dihadapi cukup besar, yakni terkait persoalan kegaduhan publik yang bisa saja berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap PDIP.

Ini juga berkaitan dengan adanya hubungan dekat yang terjadi antara ketua KPK Firli, dengan Megawati Soekarnoputri yang merupakan pentolannya PDIP. Terkait masalah tersebut, Dedi menyatakan kalau ada usaha untuk menyingkirkan Hasto sebelum Rakernas ini.

“Kalau kita membaca relasi Firli Bahuri dengan Megawati, memang sulit dipercaya OTT ini melibatkan PDIP di saat sedang menuju helatan nasional, sebaliknya masuk akal jika ada upaya menyingkirkan Hasto sebelum momentum Rakernas. Yang jelas, PDIP dalam kondisi sulit, satu sisi harus menghadapi kenyataan jika Hasto merusak ideologi PDIP dengan penyuapan, sementara sisi lain sedang menghadapi Pilkada,” seperti itulah yang dikatakannya.

Entah apapun itu yang jelas kejadian semacam ini sudah sepantasnya dilakukan oleh pihak KPK agar tidak ada kasus korupsi lagi yang terjadi di Indonesia. Dimana untuk korupsi sendiri sampai sekarang masih menjadi salah satu kasus terbesar di Tanah Air tercinta ini, dimana harus diberantas oleh pemerintah bersama masyarakat juga.

Tidak ada komentar untuk "Ada Upaya Singkirkan Hasto Sebelum Rakernas ?"